Wanita-Wanita Frustasi

287 views

cerita dewasa

Cerita ini terjadi sekitar 2
tahun yang lalu. Saat itu aku
masih kuliah pada semester ke
empat. Aku adalah seorang
pria lajang 20 th dengan tinggi
175 cm berat 70 kg yang
sedang kuliah di salah satu PTN
di daerahku. Aku tinggal
disebuah rumah bedeng 5 pintu
dan aku berada pada pintu
yang pertama. Kalau
dibandingkan dengan teman-
temanku, aku termasuk anak
yang pemalu alias kuper
(kurang pergaulan). Hal ini
membuatku lebih betah berada
di kosanku, oh ya di bedeng
tersebut aku nge-kost, dari
pada harus keluar rumah
tanpa tujuan. Sesekali aku juga
sering menonton film BF untuk
memuaskan hasrat birahiku
dan selalu berakhir dengan
beronani.
Cukup sudah pengantarnya ok.
Sekarang lanjut ke pengalaman
pertamaku yang berawal dari
tempat kost dimana aku
tinggal. Disebelah (pintu no2)
tinggal seorang wanita muda
sekitar 25 tahun bernama Desi
tinggi 160 berat 50 kg yang
bersuamikan seorang supir taxi
tetapi sudah 7 tahun belum
dikarunia seorang anak. Pintu
no3 ditempati oleh seorang
wanita 35 tahun tinggi 165
berat 60 kg yang sudah
memiliki 2 orang anak 7 dan 5
tahun yang semuanya
perempuan, ia bernama Ita.
Nah, dari sinilah semuanya
berawal.
Seperti biasa pada pagi hari
semua penghuni bedeng sibuk
dibelakang (mandi, mencuci).
Perlu diketahui bahwa kondisi
di rumah ini memiliki 5 kamar
mandi terpisah dari rumah dan
2 buah sumur (air harus
diangkat ke kamar mandi,
maklum yang punya rumah
belum punya Sanyo). Aku yang
sudah terbiasa mandi paling
pagi sedang duduk santai
sambil nonton TV. Lagi asik
nonton terdengar olehku
gemercik air seperti orang
sedang mandi. Mulanya sih
biasa saja, tapi lama kelamaan
penasaran juga aku dibuatnya.
Aku mencoba melihat dari balik
celah pintu belakang rumahku,
dan aduh!! betapa kagetnya
aku ketika melihat Mbak Desi
yang sedang mengeringkan
tubuhnya dengan handuk. Aku
tidak tahu mengapa ia begitu
berani untuk membuka
tubuhnya pada tempat
terbuka seperti itu. Mbak desi
yang sedikit kurus ternyata
memiliki payudara sekitar 32b
dan sangat seksi sekali. Dengan
bentuknya yang kecil beserta
puting warna merah jambu
untuk orang yang sudah
menikah bentuknya masih
sangat kencang.kakak cantik tak tahan dengan horny nya Minori Hatsune
Aku terus mengamati dari balik
celah pintu, tanpa kusadari
batang kejantananku sudah
mulai berdiri. Sudah tak tahan
dengan pemandangan tersebut
aku langsung melakukan onani
sambil membayangkan bercinta
dengan Mbak desi ditempat
terbuka tersebut. Semenjak
hal itu, aku jadi ketagihan
untuk selalu mengintip jika ada
kesempatan. Keesokan harinya,
aku masih sangat terbayang-
bayang akan bentuk tubuh
Mbak desi. Hari itu adalah hari
minggu, dan aku sedikit
kesiangan. Ketika aku keluar
untuk mandi, aku melihat Mbak
Ita sedang mencuci pakaian.
Dengan posisinya yang
menjongkok terlihat jelas
olehku belahan payudaranya
yang terlihat sudah agak
kendor tapi berukuran 34 b.
Setiap kali aku memperhatikan
pantatnya, entah mengapa aku
langsung bernafsu dibuatnya
(mungkin pengaruh film BF
dengan doggy style yang
kebetulan favoritku). Kembali
batang kemaluanku tegang dan
seperti biasa aku melakukan
onani di kamar mandi.
Dua hari kemudian terjadi
keributan di tetanggaku, yaitu
Mbak ita yang sedang
bertengkar hebat dengan
suaminya (seorang agen). Ia
menangis dan kulihat suaminya
langsung pergi entah kemana.
Aku yang kebetulan berada
disitu tidak bisa berbuat apa-
apa. Yang ada dipikiranku
adalah apa sebenarnya yang
sedang terjadi. Keesokan
harinya Mbak Ita pergi dengan
kedua anaknya yang katanya
kerumah nenek, dan kembali
sorenya.
Sore itu aku baru akan mandi,
begitu juga dengan Mbak ita.
Setelah selesai aku langsung
buru-buru keluar dari kamar
mandi karena kedinginan. Diluar
dugaanku ternyata aku
menabrak sesuatu yang
ternyata adalah Mbak ita.
Keadaan waktu itu sangat
gelap (mati lampu) sehingga
kami saling bertubrukan.
Menerima tubrukan itu, Mbak
ita hampir jatuh dibuatnya.
Secara reflek aku langsung
menangkap tubuhnya. AduH!
Tenyata aku tanpa sengaja
telah menyentuh payudaranya.
” Maaf.. Aduh maaf mbak,
nggak sengaja” ucapku. ”
Nggak, nggak pa pa kok, wong
saya yang nggak liat” balasnya.
Sejenak kami terdiam
dikeheningan yang pada saat
itu sama-sama merasakan
dinginnya angin malam. Tanpa
dikomando, tubuh kami kembali
saling berdekatan setelah tadi
sempat malu karena
kecerobohan kami berdua. Aku
sangat degdegan dibuatnya
dan tidak tahu harus berbuat
apa pada posisi seperti ini.
Sepertinya Mbak ita
mengetahui bahwa aku belum
pengalaman sama sekali. Ia
kemudian mengambil inisiatif
dan langsung memegang
kemaluanku yang berada
dibalik handuk. Est ..est..
auw ..aku mengerang
keenakan. Belum selesai aku
merasakan belaian tangannya,
tiba-tiba ujung kemaluanku
terasa disentuh oleh benda
lembut dan hangat. Mbak ita
sudah berada dibawahku
denagn posisi jongkok sambil
mengulum kemaluanku.
Aduuhh .. nikmatt.. terus ..
Akh ..est .. Sekarang aku sudah
telanjang bulat dibuatnya.
10 menit sudah kemaluanku
dikulum oleh Mbak ita. Aku
yang tadi pemalu sekarang
mulai mengambil tindakan. Mbak
ita kusuruh berdiri
dihadapanku dan langsung
kulumat bibinya dengan lembut.
Est .. Ah ..uh ouw .. Ia
mendesah ketika bibir kami
saling berpagutan satu sama
lain. Ciumanku sekarang telah
berada pada lehernya. Bau
sabun mandi yang masih
melekat pada tubuhnya
menambah gairahku. Est .. Ah ..
teruss.. kepalanya tengadah
keatas menahan nikmat. Kini
tiba saat yang kutunggu.
Handuk yang masih menutupi
tubuhnya langsung kubuka
tanpa hambatan. Secara
samar-samar dapat kulihat
bentuk payudaranya. Kuremas
dan kukecup dengan lembut
dan
au ..est..nikmaat..teruss ..aow ..,
Mbak ita menahan nikmat.
Sambil terus mencicipi bagian
tubuhnya akhirnya aku sampai
juga didaerah kemaluannya.
Aku sedikit ragu untuk
memcicipi kemaluanya yang
sudah sedikit basah itu. Seperti
difilm BF aku mencoba
mempraktekkan gaya melumat
kemaluan wanita. Kucoba
sedikit dengan ujung lidahku,
rasanya ternyata sedikit asin
dan berbau amis. Tetapi itu
tidak menghentikanku untuk
terus menjilatinya. Semakin
lama rasa jijik yang ada
berubah menjadi rasa ninkmat
yang tiada tara.
Est ..est ..teruuss ..tee..russ..auw ..nik,
mat..mbak ita tak mampu
menahan nikmat yang
diterimanya dari jilatan mautku
yang sesekali kuiringi dengan
memasukkan jariku ke liang
senggamanya. “Mbak mau ..
kelu..ar ahh” racaunya.
Tanpa kusadari tiba-tiba
keluar cairan kental dari
vagina nya yang belakangan
kutau bahwa itu adalah cairan
wanita. Aku belum berhenti dan
terus menjilati kemaluanya
sampai bersih.
Puas aku menjilati kemaluannya
kemudian langsung aku angkat
ia kedalam rumahnya menuju
kamar tidurnya. Aduh .. benar-
benar tak habis pikir olehku,
wanita segede ini bisa
kuangkat dengan mudah.
Sesampai dikamarnya aku
langsung terbaring dengan
posisi terlentang. Mbak ita
tanpa diperintah sudah tahu
apa yang kumau dan langsung
mengambil posisi berada
diatasku. Oh ..ya pembaca,
bahwa batang kemaluanku
standar-standar saja untuk
orang Indonesia. Aku yang
berada dibawah saat itu
sengaja tidak berbuat apa-apa
dan membiarkan Mbak Ita
mengambil inisiatif untuk
memuaskanku.
Mbak Ita langsung memegang
kemaluanku dan mencoba
memasukkannya kedalam liang
senggamanya. Blues..bleb.. tanpa
hambatan batang
kejantananku tenggelam
seluruhnya kedalam liang
kenikmatan Mbak Ita.
Est..es..auw..oh..ah..aku hanya
terpejam merasakan
kemaluanku seperti diperas-
peras dan hangat sekali
rasanya. Aku tak menyangka
bahwa kenikmatan
bersenggama dengan wanita
lebih nikmat dibanding dengan
aku beronani. Mbak Ita mulai
menggenjot pantatnya secara
perlahan tapi pasti.
Ah..ah..ah..oh..oh..nik..maatt..ahh..
Mbak Ita terus melakukan
gerakan yang sangat erotis.
Desahan Mbak Ita membuatku
semakin bernafsu ditambah
dengan payudaranya
bergoyang kesana-kemari.
Rupanya aku tak bisa lagi
tinggal diam. Aku berusaha
mengimbangi genjotan Mbak Ita
sehingga irama genjotan itu
sangat merdu dan konstan.
Tangankupun tidak mau kalah
dengan pantatku.
Aku berusaha mencapai kedua
payudara yang ada didepan
mataku itu. “Wah ..indahnya
pemandangan ini” ucapku dalam
hati. Tidak puas dengan hanya
menyentuh payudara Mbak Ita,
aku langsung mengambil posisi
duduk sehingga payudara Mbak
ita tepat berada didepan
wajahku. Kembali aku melumat
putingnya dengan lembut kiri
dan kanan bergantian.
Ahh..ah ..ah..oh.. Est..ss Mbak ita
kelihatannya tak tahan
menahan nikmat dengan
perlakuanku ini. Lama kelamaan
genjotan Mbak Ita semakin
cepat dan aku..a..ku..
kee..luuarr..ahh..ohh..nikmaatt
Mbak ita akhirnya mencapai
klimaks yang kedua kalinya.
Aku yang belum apa-apa
merasa kesal tidak bisa klimaks
secara bersamaan. Akhirnya
aku meminta Mbak Ita untuk
kembali mengulum kemaluanku.
Mbak Ita yang sudah mendapat
kepuasan dengan semangat
mengulum dan menjilati
kemaluanku. Est..est..ahh..oh
ucapku ketika Mbak Ita
semakin mempercepat kuluman
dan kocokannya pada
kemaluanku. Sepertinya ia ingin
segera memuaskanku dan
menikmati air kejantananku.
Selang 10 menit
ah..auw..oh..nik..maatt..oh..
crot..crot..crot..semua air
maniku tertumpah diwajah
Mbak Ita dan diseluruh
tubuhnya. Saat itu Mbak Ita
tidak berhenti kulumannya dan
menjilati seluruh air jantan
tersebut. Aku sangat ngilu
dibuatnya tapi sungguh masih
sangat nikmat sekali.
Setelah merasakan kepuasan
yag tiada tara kami langsung
jatuh terkulai diatas kasur.
Mbak Ita tampaknya sangat
kelelahan dan langsung
tertidur pulas dengan keadaan
telanjang bulat. Aku yang
takut nanti ketahuan orang
lain langsung keluar dari kamar
tersebut dan mengambil
handukku menuju rumahku.
Ketika aku baru akan keluar
dari rumah Mbak Ita, alangkah
terkejutnya aku ketika
dihadapanku ada seorang
wanita yang kuduga sudah
berdiri disitu dari tadi dan
menyaksikan semua perbuatan
kami.Cerita Dewasa : Nikmatnta Memek Perawan Gadis SMA
Eh..mm..mbak..mbak ..Desi..ternyata
ia tidak lain adalah Mbak Desi.
“Permisi mbak, aku mau masuk
dulu” ucapku pura-pura tidak
ada yang terjadi. Sambil
berjalan tergesa-gesa aku
langsung menuju rumahku
untuk menghindari introgasi
dari Mbak Desi. Tiba-tiba
“tunggu!!” teriak Mbak Desi.
Aku langsung panas dingin
dibuatnya. “Jangan jangan ia
akan melaporkanku ke Kepala
Desa lagi” ucapku dalam hati.”
Aduuhh gawat nih, bisa-bisa
cuci kampung” pikirku. ”
A..a..ada apa ya mbak” balasku.
Mbak Desi langsung
mendekatku dan berkata ”
kamu akan aku laporkan
kesuami Mbak Ita dan kepala
desa atas apa yang telah
kamu lakukan” ucap Mbak Desi.
” Ta..tapi kami melakukannya
atas dasar suka sama suka
Mbak ” balasku dengan
perasaan sedikit cemas. Tiba-
tiba ” ha..ha..ha..ha.. ” Mbak desi
tertawa.
Aku semakin bingung dibuatnya
karena mungkin Mbak desi
punya dendam dan sekarang
berhasil membalaskannya. ”
Nggak usah takut, pokoknya
sekarang kamu tetap berdiri
disitu dan jangan sekali-kali
bergerak ok!” usulnya. “Mbak
mau melaporkan saya atau
takut saya lari” ucapku
semakin bingung. Tanpa bicara
lagi Mbak Desi semakin
mendekatiku. Setelah tidak ada
lagi jarak diantara kami tangan
Mbak Desi langsung melepas
handuk yang kugunakan tadi
sehingga aku kembali telanjang
bulat.”Mbak jangan dikebiri ya..”
ucapku.”Nnggak..nggak pa pa
kok” balasnya. Mbak Desi
ternyata langsung berjongkok
dan mulai mengocok
kemaluanku.
Ah..ah..oh..oh.. aku yang tadi
lemas kembali bergairah
dibuatnya. Belum lagi aku
selesai merasakan nikmatnya
kocokan lembut dari tangan
Mbak Desi, aku kembali
merasakan ada benda lembut,
hangat dan basah menyentuh
kepala kemaluanku. Aku
langsung tahu bahwa itu
adalah kuluman dan jilatan dari
mulut Mbak Desi setelah tadi
aku merasakannya dengan
Mbak Ita. Kuluman dan jilatan
Mbak Desi ternyata lebih
nikmat dari Mbak Ita. Aku
bertaruh bahwa Mbak Desi
telah melakukan berbagai
macam gaya dan variasi
dengan suaminya untuk
memperoleh keturunan.
Estt..ah..oh..oh..aduhh..auw..
desahku menahan hebatnya
kuluman Mbak Desi. 15 menit
sudah acara kulum-kuluman itu
dan sekarang Mbak Desi telah
berganti posisi dengan
menungging. Pantatnya yang
kecil namun berisi itu sekarang
menantangku untuk ditusuk
segera dengan rudalku.
“Ayo..cepetan..kamu sudah lama
menginginkan ini kan..Mbak tau
kamu sering ngintip dari celah
pintu itu..ayoo masukkan dong”
ucapnya dengan mesra.
Aku jadi malu dibuatnya bahwa
selama ini ia tahu akan
perbuatanku. Tanpa pikir
panjang aku langsung mencoba
memasukkan batang
kemaluanku ke liang
kenikmatan Mbak Desi. “Aduh!!”
meleset pada tusukanku yang
pertama. Aku kembali mecoba
dan bluess..akhirnya aku
berhasil juga. “Gila nih
perempuan “pikirku, “ternyata
lubang kemaluannya masih
sempit sekali” ucapku. Perlahan
aku coba menggoyangkan
pantatku mau-mundur.
Ah.ah..ahh..oh..oh..oh..ah.. Mbah
Desi mulai mendesah menahan
nikmat. Aku semakin
mempercepat goyanganku
karena memang ini adalah gaya
favoritku. “Ayo..teruuss..ayo..”
teriakku memberi semangat”.
Ah..ah..ah..oh..desah Mbak Desi
semakin terdengar kencang.
Melihat payudaranya yang
bergelantung dan bergoyang-
goyang membuatku ingin
mewujudkan impianku selama
ini. Sambil terus menggenjot
Mbak Desi aku berusaha
mencapai payudaranya.
Kuremas-remas dengan
garangnya seolah meremas
santan kelapa.
Aw..sakiitt..adu..hh..ah..ah.. Mbak
Ita tak tahan akan
perlakuanku. Aku tidak
memperdulikannya dan tetap
menggenjot dengan cepat.
Kemudian aku mengganti posisi
dengan menggendong Mbak
Desi didepanku. Bluess.. Kembali
batang kejantananku
kumasukkan kedalam liang
senggamanya.
Ahh..ah..ah..ah..desah Mbak Desi
menahan nikmat. Kulumat bibir
dan kuciumi seluruh leher dan
kukecup kedua puting susunya
yang merah itu. Adu..nikkmatt
sekaalii ah..ah..ah..oh..oh..
Mendapat perlakuan demikian
bertubi-tubi akhirnya Mbak
Desi tak sanggup lagi menahan
klimaksnyaMichelle H Mansturbasi dengan Dildo Biru
“Keeluuarr ..mau..ke..lua..rr
akhirnya Mbak Desi mencapai
klimaksnya. Aku yang sedikit
lagi juga hampil finish semakin
menggenjot dengan
cepat.”Blep..blep..blep..bunyi
hentakan sodokan antara
kemaluanku dan kemaluan
Mbak Desi yang sudah sangat
basah tersebut. Tidak lama
kemudian aku merasakan ada
denyut-denyut di ujung batang
kemaluanku
dan:”Crot..crot..crot..tumpahlah
seluruh iir maniku kedalam liang
senggamanya.
Setelah itu kami berciuman
sambil merasakan sisa-sisa
nikmat yang ada dan kembali
kerumah masing-masing.
Keesokan harinya ketika
bertemu, kami seolah-olah
tidak merasakan sesuatu
terjadi. Pembaca sekalian
rupanya Mbak Ita tidak mau
lagi berbicara denganku
semenjak kejadian itu tapi aku
terkadang masih melakukan
hubungan sex ini hanya dengan
Mbak Desi saja ketika saya
sedang ingin atau ia sedang
sangat ingin melakukannya.
Sekarang saya sudah selesai
kuliah dan tidak lagi tinggal
dibedengan itu. Saya masih
sangat merindukan untuk
kembali berhubunagn sex
dengan Mbak Desi atau Mbak
Ita karena mereka telah
membuat saya tidak virgin lagi.

Tags: #cerita bokep #Cerita dewasa #cerita hot #cerita hot terbaru #cerita mesum #cerita ngentot #cerita pemerkosaan #cerita perselingkuhan #cerita porno #cerita seks