Ngentot Sepupu Yang Lagi Mabuk

448 views

cerita dewasa

Suatu malam aku di telepon
oleh saudara perempuanku
yang bernama Yenny. Dia
adalah anak dari adik
perempuan ibuku. Umurnya 4
tahun lebih tua dariku.
Hubungan keluargaku dengan
keluarga adik ibuku lumayan
dekat dan akrab.
Malam itu adalah Jumat kira-
kira pukul 23.00, aku diminta
tolong untuk menjemputnya di
sebuah cafe di salah satu hotel
berbintang 5. Salah satu
temannya mengadakan acara
pesta ulang tahun. Karena
tidak ada yang bisa menjemput
maka aku dimintai tolong.
Orang tuanya sedang pulang
kampung dan suaminya sedang
dinas di luar negeri. Padahal
aku sendiri juga ada janji
berkumpul bersama teman-
teman dan menginap.
Aku berpikiran, hanya
menjemput dan mengantar
pulang saja tidak akan makan
waktu lama, apalagi sudah
tengah malam, aku masih bisa
menyusul teman-temanku yang
sedang dugem. Setelah
kuparkir mobilku di basement,
aku langsung naik eskalator
dan menuju lantai 3 tempat
cafe itu berada. Dari depan
dapat kudengar dentuman
suara musik dance yang cepat.
Suasana di dalam gelap, hanya
ada beberapa penerangan di
sudut-sudut ruangan. Aku
berkeliling mencari Yenny.
Ternyata dia sedang di lantai
menari dengan sedikit liar
bersama teman-teman
wanitanya. Ada beberapa yang
seksi dan menarik perhatianku.
Tapi tujuan utamaku adalah
mengantar Yenny pulang dan
bergabung kembali dengan
teman-temanku.
“Yenny!” seruku. Ternyata dia
tidak mendengar karena musik
yang dimainkan sangat keras.
Kupegang pundaknya, ia pun
menoleh dan langsung
mengenaliku.
“Indra..!” sapanya. Aku dapat
mencium bau alkohol dari
mulutnya, dan dia memang
terlihat sangat mabuk.
“Kapan datangnya? Sudah
lama?” tanyanya sambil
bergoyang mengikuti alunan
musik.
“Baru sampai, Sudah jam 11
lewat nanti Jimmy marah loh
kalo pulangnya kemaleman.”
jawabku sambil sedikit
berteriak.
“Iya aku tahu.. Sebentar ya..”
Yenny meninggalkanku dan
berpamitan pada teman-
temannya.
Tidak lama kemudian, Yenny
menghampiriku dan kami pun
meninggalkan tempat pesta itu.
Setelah berjalan beberapa
langkah, Yenny kehilangan
keseimbangannya dan hampir
terjatuh. Secara refleks aku
memegang lengan dan
pinggangnya.
“Apakah kamu baik-baik saja?”
tanyaku.Burung Muda Kesukaan Tante Girang
“Iya.. Tidak apa-apa kok..”
jawabnya. Karena takut dia
jatuh, maka aku terus
memegangi pinggang dan
lengannya.
Setelah sampai di mobil,
langsung kunyalakan mesin dan
kuarahkan ke rumahnya. Tidak
sampai lima menit, Yenny telah
tertidur dengan pulas. 15
menit kemudian aku telah
sampai di rumahnya. Aku coba
untuk membangunkannya,
tetapi tidak bisa. Yenny benar-
benar tertidur lelap sekali.
Kubuka tas tangannya dan
kuambil kunci rumahnya.
Terpaksa aku menggendongnya
ke dalam rumah.
Kubaringkan dia di ranjangnya
dan timbul sebuah ide di dalam
kepalaku. Aku telah bersusah
payah menggendongnya ke
kamarnya yang terletak di
lantai 2, seharusnya aku
mendapatkan imbalan yang
setimpal. Imbalan yang
kuinginkan tidak lain adalah
kepuasan duniawi untuk
penisku.
Aku langsung membongkar
lemari pakaiannya. Tanganku
meraba-raba celana dalamnya
yang semuanya berukuran mini
dan halus dengan berbagai
warna, seleranya memang
bagus. Kuambil satu yang
berwarna kulit dan kuhirup
dalam-dalam. Tidak tercium
aroma dari vaginanya, tapi
cukup untuk membuatku
bergairah.
Aku berpaling ke arah Yenny,
dia masih tertidur. Tiba-tiba
saja aku tersentak dan
langsung aku kembali
membongkar-bongkar lemari
bajunya. Akhirnya aku
menemukan apa yang kucari,
namun terdapat juga sedikit
rasa kecewa. Dengan tangan
yang sedikit bergetar
kuangkat ‘harta karun’ itu.
Kubuka lipatannya dengan
perlahan, terbentanglah
sebuah stocking nylon
berwarna kulit yang sheer toe
dan lacy top (transparan
sampai ujung kaki dan
pengikatnya berupa renda-
renda yang seksi).
Penisku langsung bereaksi
dengan kuat. Langsung otakku
memerintahkanku untuk
masturbasi sambil mengenakan
stocking dan celana dalam
Yenny. Sekali lagi kuperhatikan
Yenny yang sedang tidur,
kemudian aku masuk ke kamar
mandi dan melepaskan semua
pakaianku. Perlahan-lahan
kutarik stocking tersebut
sampai ke tengah pahaku.
Seluruh tubuhku diselimuti oleh
getaran-getaran erotis ketika
stockingnya bergesekan
dengan kulitku. Demikian pula
ketika celana dalamnya
menyelimuti selangkangan,
pantat dan buah zakarku.
Celananya terlalu kecil sehingga
tidak dapat menyelimuti
penisku, tapi ini memudahkanku
untuk bermasturbasi. Akan
lebih nikmat lagi jika ada
sebuah celana dalam lagi untuk
membalut kejantananku, maka
aku pun keluar dari kamar
mandi dan kuambil sebuah
celana dalam lagi yang
berwarna merah muda.
Langsung kubalutkan pada
penisku. Kukocok penisku sambil
membayangkan bercinta
dengan saudaraku. Tanpa
sadar aku menoleh ke arah
Yenny dan timbul sebuah
pemikiran untuk langsung
bersetubuh dengannya. Namun
ada pertentangan di dalam
batinku. Akhirnya aku
memutuskan untuk
bermasturbasi dengan melihat
Yenny dari dekat dan mencoba
untuk menyentuhnya bila
memungkinkan.
Aku berlutut di samping
ranjang Yenny. Dia tidur
dengan telentang, kuamati dari
ujung rambut sampai dengan
ujung kaki. Wajahnya yang
cantik dan manis, rambutnya
yang sedikit dicat coklat selalu
terbayang-bayang di dalam
hatiku. Payudaranya yang
tidak terlalu besar namun
padat berisi. Gaun pestanya
berwarna hitam terbuat dari
sutra yang halus, hanya ada
sebuah tali yang menyimpang
dari pundaknya untuk
menggantungkan gaun
tersebut.
Gaun sutra itu membungkus
tubuhnya yang langsing dan
padat dengan ketat, dan
berakhir di atas lututnya.
Ditambah lagi ada belahan di
sebelah kanan sampai tengah
pahanya hingga menambah
keseksian gaun tersebut dan
tentu saja pemakainya. Kakinya
padat dan proporsional di balut
oleh stocking hitam yang
sangat transparan dan kakinya
memakai sepatu tali (hanya
ada 3 buah tali) berwarna
hitam yang menggiurkan.
Kutelan ludahku, tidak dapat
kupercaya saudaraku yang
sering menjadi fantasi
masturbasiku terbaring di
hadapanku, seolah-olah
mengundangku untuk
menyetubuhinya. Dengan gugup
jari tengah kananku
menyentuh pergelangan kaki
kanannya. Kuamati wajah
Yenny, ternyata tidak ada
reaksi. Kutelusuri tulang
keringnya sampai tengah
pahanya dengan jariku. Tidak
ada reaksi juga darinya.
Kugunakan telapak tanganku
dan kutelusuri kembali sampai
ke pergelangan kakinya.
Kejantananku berdenyut-
denyut dengan hebat, rasanya
aku bisa orgasme dengan
hanya mengelus-elus kakinya
yang dilapisi oleh stocking yang
halus. Berulang kali aku
mengelus-elus kaki kanan dan
kirinya dan sesekali
memperhatikan wajah Yenny.
Kusentuh dengan ringan
pipinya yang halus dan
kencang, kudekatkan wajahku
dengan wajahnya, sampai aku
dapat mendengar nafasnya.
Kukecup bibirnya dengan
lembut, rasanya sungguh
menghanyutkan. Kukulum dan
kujilat bibirnya untuk beberapa
saat, kemudian kukecup dan
kujilati dadanya. Payudaranya
terasa lembut dan benar-
benar pas dengan pijatan
tanganku. Aku hendak
mencicipinya namun gaun yang
masih ia kenakan menghalangi,
terpaksa kukecup bersama
gaunnya yang tipis dan halus.
Aku tidak menyangka Yenny
tertidur begitu lelap hingga
tidak dapat merasakan
payudaranya sedang kuremas-
remas. Pertama-tama kuremas
dengan pelan dan lembut,
kemudian remasanku
bertambah kuat dan lebih kuat
tetapi tetap lembut, karena
aku tidak ingin menyakitinya.
Melihat reaksi Yenny yang
tetap tidak terbangun dengan
apa yang sedang kulakukan,
memompa gairahku untuk
bertindak lebih jauh, bahkan
saat ini aku tidak peduli lagi
jika saudaraku yang cantik ini
terbangun.
Aku beralih ke jar-jari kakinya.
Kutempelkan hidungku pada
jari kakinya yang mungil yang
masih terbungkus manis oleh
stocking dan sepatu talinya.
Kuhirup dalam-dalam, aromanya
benar-benar membuat
kepalaku melayang, tidak
tercium bau kaki yang
memuakkan tetapi suatu wangi
yang seksi dan menggetarkan.
Kukecup satu persatu semua
jari kakinya kemudian kulahap
ke dalam mulutku. Hasratku
meledak saat itu juga, kuoral
kakinya yang terbalut stocking
hitam yang halus dan lembut.
Baru kali ini aku begitu
bernafsu melakukan french kiss
dengan kaki perempuan. Aku
tidak mau melakukannya jika
pasangan seksku tidak
memakai stocking atau
pantyhose. Setelah puas
melahap jari-jari kakinya, aku
lanjutkan kecupan dan
jilatanku ke pergelangan
kakinya, pelan-pelan naik ke
betis dan lututnya. Kugeser
roknya sampai ke pertengahan
pahanya. Yenny mengenakan
stocking dengan bagian atas
yang berenda (lacy top) dan
benar-benar cocok di pahanya
yang putih mulus. Tanpa ragu
lagi, kujilati dan kukecup semua
bagian pahanya.
Tiba-tiba HP-ku berbunyi. Aku
terkejut dan langsung berlari
dan mematikan suara HP
tersebut. Ternyata aku
mendapat SMS dari temanku,
dan aku baru ingat kalau aku
ada janji dengan mereka. Aku
tidak mungkin melewatkan
kesempatan yang langka ini,
meskipun tabu tetapi aku
tetap ingin menikmatinya.
Akhirnya kubatalkan rencanaku
dengan teman-temanku. HP
aku matikan, dan aku kembali
menghadap Yenny yang tidur
bagaikan patung.
Kukocok sebentar penisku
yang sekeras batu dan
kulanjutkan kembali menodai
saudaraku. Siapa suruh dia
begitu cantik dan merangsang
gairahku. Kuangkat roknya
sampai di atas lembah cintanya.
Spontan saja kejantananku
bergetar dengan kuat, sekujur
tubuhku serasa lumpuh dengan
gairah yang kurasakan. Tidak
kusangka ia mengenakan
celana dalam G string
berwarna hitam yang sangat
kecil. Bagian depannya hanya
berupa segitiga kecil yang
berpangkal di tempat bulu
pubic tumbuh, hebatnya lagi
Yenny mencukur bulunya
sampai bersih.
Kain yang menyentuh bibir
vaginanya tidak lebih dari 1 cm
sehingga terbenam di dalam
bibir vaginanya yang berwarna
merah muda segar. Secara
tidak sadar aku melepaskan
desahan nafsu dan hasratku.
Kusentuh segitiga kecil yang
seksi itu, bahannya benar-
benar halus dan lembut.
Kutarik garis lurus ke arah
gua cintanya. Bagaikan petir
yang menyambar tubuhku,
ternyata vaginanya terasa
basah dan licin. Jari tengah
kananku bolak balik menelusuri
garis kenikmatannya. Makin
lama makin terasa basah. Madu
cintanya pasti terperangkap di
dalam.Foto Bugil Tate Model Porno Jenni Lee
Kulebarkan kedua kaki Yenny,
kemudian kuposisikan diriku di
tengah-tengah vaginanya.
Kutempelkan hidungku dan
kihirup aromanya dalam-dalam,
kepalaku serasa berputar.
Aromanya sungguh segar dan
memabukkan. Setelah beberapa
kali kuhirup dan kunikmati
aromanya, kujulurkan lidahku
dan menyentuh bibir vaginanya.
Lembut, basah dan
menakjubkan. Kujilat pelan-
pelan seperti anak kucing
menjilati susunya. Kutelan
semua madu yang berhasil
dikumpulkan oleh lidahku. Makin
lama makin basah, aku pun
sudah tidak sabar lagi, aku
ingin meneguk madu cintanya.
Kulahap vaginanya dan
kukeringkan madu yang
berceceran di sekitarnya.
Kugunakan jariku untuk
menggeser G string-nya.
Mulutku langsung menampung
dan menyedot madu yang
mengalir dengan deras. Aku
terus menyedot bagaikan
vaccuum cleaner. Tak dapat
dihindari, suara sedotan pun
terdengar nyaring. Aku tidak
melihat lagi bagaimana ekspresi
atau keadaan Yenny karena
malam ini aku akan bercinta
dengan saudaraku.
Setelah mereda, kukulum bibir
vaginanya. Aku berhenti
sejenak dan memperhatikan
bibir vaginanya yang mekar
bagaikan bunga. Kugunakan
kedua jariku untuk membuka
pintu kenikmatannya, lidahku
langsung menelusuri sisi
dalamnya. Klitoris adalah
sasaran utamaku. Kukulum dan
lidahku menari dengan irama
sedang. Klitorisnya tak dapat
menolak ajakan dansaku dan
bergerak mengikuti iramaku.
Aku dapat merasakan tubuh
Yenny bergetar dan sedikit
bergerak. Ini adalah tanda
yang bagus. Ia pasti
menikmatinya. Kunaikkan
iramaku dan lidahku berdansa
dengan liar. Tubuh saudaraku
menggeliat dan otot-otot
pinggulnya bergetar. Aku
semakin terpacu dan bernafsu.
Kuvariasikan gerakan lidahku
dan kadang-kadang kugigit
dengan lembut. Tubuh Yenny
semakin tidak terkendali.
Kunaikkan pandangan mataku
dan kulihat matanya masih
tertutup, mulutnya sedikit
terbuka, kepalanya bergerak
ke kanan dan kiri, tangan dan
kakinya pun ikut bergerak.
Aku masih ingin menikmatinya
lebih lama, kuarahkan lidahku
ke dalam gua kenikmatan
duniawinya. Kujulurkan lidahku
sejauh mungkin dan kujelajahi
semua bagian dalamnya yang
hangat dan lembut. Cairan
hasratnya terus mengalir dan
membasahi hidung dan daguku.
Yenny sangat menikmatinya
sama seperti aku. Aku jadi
ingin bercinta dengannya dalam
keadaan sadar, pasti akan
lebih seru lagi. Aku iri sekali
dengan suaminya, tetapi malam
ini Yenny adalah milikku.
Aku kembali pada klitorisnya.
Tidak lama, aku mendengar
suara desahan halus yang
bagaikan musik di telingaku.
Desahannya makin kencang dan
cepat, pinggulnya terangkat
dan otot-otonya mengejang,
untuk sesaat tidak terdengar
desahannya. Setelah beberapa
detik pinggulnya mendarat
kembali ke kasur, Yenny
kembali mendesah dengan
penuh kenikmatan, otot-
ototnya mengejang dan
mengendur beberapa kali dan
madu cintanya kembali
membanjir keluar. Tidak kusia-
siakan sedikitpun madu yang
keluar.
Badannya mulai tenang, tapi
kini giliranku. Kuposisikan
tubuhku di atasnya dan
bertumpu dengan tanganku.
Kukecup bibirnya yang sedikit
terbuka. Dengan sedikit
dorongan, kejantananku masuk
ke dalam lembah kenikmatan
yang hangat. Badan Yenny
sedikit terangkat lalu turun
lagi. Kudorong lagi penisku
hingga setengah panjangnya.
Yenny kembali menggeliat, dan
mulutnya terbuka lebih lebar
dan kepalanya sedikit
terangkat. Kutarik keluar
sampai ujung kepala penisku
lalu kudorong masuk lagi untuk
beberapa kali, tidak ada
hambatan yang terjadi, yang
ada hanyalah jalan tol yang
mulus.
Kali ini kudorong masuk
semuanya. Vaginanya terasa
kencang dan hangat. Aku tidak
berani menimpanya jadi
kusangga tubuh bagian atasku
dengan tangan, pinggangku
bergerak perlahan-lahan. Aku
tidak berani terlalu cepat dan
kencang, tapi aku jadi
penasaran minuman beralkohol
apa yang dia minum. Belum
pernah aku bersetubuh dengan
gerakan selambat ini, alhasil
aku dapat merasakan semua
sensasi yang terjadi pada
waktu mendorong dan menarik.
Yenny kembali mendesah.
Kuangkat kaki kanannya dan
posisi Yenny bertumpu pada
sisi badan sebelah kiri. Kupeluk
kakinya yang menggairahkan
dan kaki kiriku berada di
depan, seperti posisi berlutut
dengan satu kaki. Kuposisikan
kejantananku pada gerbang
kenikmatan cintanya dan
kudorong masuk dan kutarik
keluar dengan perlahan.
Kubelai-belai kakinya yang
mulus dan kupeluk bagaikan
guling. Kembali kulahap jari-jari
kakinya.Bokep Hot Ngentot Dengan Pembantu
Ini benar-benar menakjubkan,
orgasmeku sudah berada di
ambang kenikmatan. Ingin sekali
kukeluarkan madu murniku di
dalam gua cintanya.
Kukembalikan posisi Yenny
sehingga ia tidur telentang.
Kuangkat kedua kakinya
membentuk huruf V. Kutarik
penisku sampai hampir keluar
dari pintu surga dunianya,
kemudian kudorong masuk
hingga ke pangkalnya. Setiap
dorongan masuk yang mantap
selalu membuat tubuh Yenny
menegang.
Melihat respons yang indah ini,
kupercepat irama percintaanku.
Ternyata memang benar,
tubuhnya menggeliat dengan
hebat. Suara merdunya kembali
terdengar menyanyikan puncak
kenikmatan duniawi yang
hanya dapat dicapai dengan
orgasme. Tubuhnya bergetar
dan berkontraksi dengan
hebat, dapat kurasakan
dinding-dinding vaginanya
menegang dengan kuat
kemudian merenggang
sebentar dan menegang lagi.
Aku pun semakin bernafsu
menyetubuhinya.
Orgasme yang melanda Yenny
sungguh hebat, meskipun tidak
sadar tetapi organ seksualnya
masih bekerja dengan baik.
Satu dorongan, dua dorongan,
tiga dorongan, akhirnya tibalah
waktuku untuk menikmati
indahnya dunia. Kucabut
kejantananku, dan kuposisikan
diriku di bawah dagunya.
Tangan kiriku dengan intensif
mengocok penisku yang hampir
meledak. Tubuhku bergetar
dengan sangat kuat,
kesadaranku diambil alih oleh
dahsyatnya orgasme.
Kutempelkan ujung penisku
pada pipi kirinya, semprotan
pertamaku yang begitu kuat
mencapai alisnya. Guncangan
tubuhku yang kuat menggeser
posisi penisku ke dagu Yenny.
Di sinilah aku menghabiskan
empat semprotan terakhir.
Lima gelombang ejakulasi yang
panjang, membuat tubuhku
melayang.
Setelah tenang, aku
memperhatikan hasil karyaku.
Ada sebuah garis putih dari alis
kirinya, memanjang ke mata
dan pipinya dan berakhir di
dagunya. Dagunya dipenuhi oleh
madu cintaku sampai mengalir
sepanjang lehernya. Ada cukup
banyak maduku yang mendarat
di bibirnya, aku yakin ada juga
yang masuk ke dalam
mulutnya. Tiba-tiba Yenny
menelannya, spontan aku
terkejut dan menjadi
terangsang lagi.
Wajahnya yang cantik
berhiaskan madu putihku
membuatnya begitu cantik dan
menggairahkan. Aku segera
mengambil HP dan
memotretnya dengan kamera
HP. Kuhabiskan seluruh memory
yang ada untuk mem-fotonya.
Aku berpose dengan penisku di
bibirnya, dan juga ketika
penisku memasuki gerbang
kenikmatannya. Ini adalah
koleksiku yang sangat
berharga.

Tags: #cerita bokep #Cerita dewasa #cerita hot #cerita hot terbaru #cerita mesum #cerita ngentot #cerita pemerkosaan #cerita perselingkuhan #cerita porno #cerita seks